ilustrasi uang kertas (unsplash.com/@alexandermils)
Dari sisi likuiditas, kondisi industri perbankan dinilai masih sangat memadai. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 121,29 persen, sementara alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 27,4 persen.
“Kedua rasio tersebut masih jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen,” imbuhnya.
Selain itu, liquidity coverage ratio (LCR) berada di level tinggi, yakni 195,64 persen, yang mencerminkan ketahanan likuiditas perbankan," tegasnya.
Sementara itu, kualitas kredit juga tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross tercatat sebesar 2,17 persen, sedangkan NPL net sebesar 0,83 persen.
“Secara umum kualitas kredit tetap terjaga,” ujar Dian.
Adapun loan at risk (LAR) berada di level 9,24 persen, sedikit meningkat dibandingkan Januari 2026 sebesar 9,01 persen.
Dari sisi profitabilitas, return on assets (ROA) tercatat sebesar 2,37 persen, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,49 persen.
Di sisi permodalan, industri perbankan tetap solid dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 25,83 persen.
“Permodalan perbankan tetap kuat dan menjadi buffer mitigasi risiko yang memadai di tengah ketidakpastian global,” katanya.