Bagi pelaku UMKM, mengelola uang usaha sering kali terasa sederhana. Uang hasil jualan masuk ke rekening yang sama dengan uang untuk kebutuhan rumah tangga. Ketika membutuhkan uang untuk belanja, membayar tagihan, atau keperluan mendadak, uang dari usaha pun ikut digunakan. Apalagi kalau bisnis masih dijalankan sendiri, mencampur keuangan pribadi dan usaha bisa terasa seperti hal yang wajar.
Masalahnya, kebiasaan tersebut bisa membuat kondisi keuangan bisnis menjadi sulit dibaca. Pelaku usaha mungkin merasa dagangannya menghasilkan banyak uang karena saldo rekening terus bertambah. Padahal, belum tentu seluruh uang tersebut merupakan keuntungan. Sebagian bisa saja merupakan modal yang seharusnya tetap digunakan untuk membeli stok atau menjalankan operasional. Agar semuanya lebih rapi, ada baiknya uang bisnis dan pribadi dipisah, ini alasannya!
