Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Emerging, Frontier, dan Standalone Market, Apa Bedanya?
ilustrasi memantau pasar (magnific.com/standret)
  • MSCI mengklasifikasikan pasar saham berdasarkan ukuran, likuiditas, dan aksesibilitas investor internasional; Indonesia saat ini termasuk emerging market, tetapi statusnya dapat ditinjau kembali.
  • Frontier market memiliki pilihan saham yang memenuhi syarat investasi global lebih terbatas, sedangkan standalone market berada di luar indeks MSCI Emerging Markets dan Frontier Markets.
  • Perubahan klasifikasi dapat memengaruhi cakupan indeks, permintaan saham, dan aliran dana dari pengelola dana yang mengikuti indeks, meski tidak otomatis memicu penjualan seluruh investor asing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dalam investasi saham global, pasar modal setiap negara tidak selalu memiliki kategori yang sama. Penyedia indeks seperti Morgan Stanley Capital InttutþtyMSCI mengelompokkan pasar saham berdasarkan sejumlah kriteria, termasuk ukuran dan likuiditas saham serta kemudahan investor internasional untuk berinvestasi. Klasifikasi ini membantu investor memahami karakter pasar di berbagai negara sebelum menentukan strategi investasi.

Tiga kategori yang perlu dikenal adalah emerging market, frontier market, dan standalone market. Ketiganya memiliki karakteristik berbeda dan dapat memengaruhi cara investor global mengakses suatu pasar saham. Berikut perbedaan ketiga kategori tersebut dan mengapa statusnya penting bagi pasar modal suatu negara.

1. Emerging market menjadi kategori bagi pasar yang berkembang

ilustrasi menganalisis data (magnific.com/pch.vector)

Emerging market merupakan kategori pasar saham negara berkembang yang memenuhi kriteria tertentu dalam kerangka klasifikasi MSCI. Penilaiannya mempertimbangkan ukuran dan likuiditas saham yang dapat diinvestasikan serta aksesibilitas pasar bagi investor internasional. Karena itu, status ini tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Pasar dalam kategori ini dapat menarik perhatian investor global yang ingin memperoleh eksposur ke negara berkembang. Sebagian produk investasi internasional juga menggunakan indeks MSCI Emerging Markets sebagai acuan untuk menyusun portofolio. Indonesia selama ini termasuk dalam kategori emerging market, meskipun status tersebut dapat ditinjau kembali oleh MSCI berdasarkan perkembangan kondisi pasar.

2. Frontier market mencakup pasar yang masih berkembang

ilustrasi grafik dalam market (pexels.com/AlphaTradeZone)

Frontier market merupakan kategori pasar saham yang berada dalam kelompok berbeda dari emerging market berdasarkan kriteria MSCI. Pasar dalam kategori ini umumnya memiliki pilihan saham yang memenuhi persyaratan investasi global lebih terbatas, baik dari sisi ukuran, likuiditas, maupun aksesibilitas. Namun, kondisi setiap negara tidak selalu sama sehingga kategori ini tidak bisa digunakan untuk menyimpulkan seluruh karakter ekonominya.

Bagi investor internasional, pasar frontier dapat memberikan akses ke negara yang belum termasuk dalam kelompok emerging market. Di sisi lain, keterbatasan likuiditas dan akses transaksi bisa membuat investasi di pasar tersebut memiliki tantangan tersendiri. Oleh karena itu, investor perlu memperhatikan kondisi masing-masing pasar, bukan hanya mengandalkan label kategorinya.

3. Standalone market berada di luar kelompok emerging dan frontier

ilustrasi market yang turun (freepik.com/standret)

Standalone market merupakan kategori tersendiri dalam klasifikasi MSCI dan tidak termasuk dalam indeks MSCI Emerging Markets maupun MSCI Frontier Markets. Kategori ini dapat mencakup pasar yang baru memenuhi syarat untuk dicakup MSCI atau pasar yang sebelumnya masuk kategori lain, tetapi kemudian direklasifikasi. Dalam kondisi tertentu, perubahan status dapat terjadi ketika aksesibilitas, ukuran, atau likuiditas pasar mengalami penurunan yang signifikan.

Status standalone market tidak otomatis berarti suatu negara memiliki ekonomi yang lemah atau seluruh sahamnya tidak dapat diinvestasikan. Namun, jika sebuah negara direklasifikasi dari emerging market menjadi standalone market, sahamnya dapat dikeluarkan dari indeks MSCI yang sebelumnya mencakup negara tersebut. Hal ini berpotensi memengaruhi keputusan pengelola dana yang mengikuti indeks terkait, meskipun besarnya dampak bergantung pada produk dan kebijakan investasi masing-masing.

4. Perbedaan kategori bisa memengaruhi aliran dana investor

ilustrasi investor (pexels.com/Gustavo Fring)

Perbedaan klasifikasi pasar penting karena banyak investor institusi menggunakan indeks MSCI sebagai tolok ukur atau acuan dalam mengelola portofolio. Ketika suatu negara masuk atau keluar dari indeks tertentu, pengelola dana yang mengikuti indeks tersebut dapat menyesuaikan kepemilikan sahamnya. Perubahan ini berpotensi memengaruhi permintaan saham dan aliran dana asing di pasar terkait.

Meski begitu, perubahan klasifikasi tidak otomatis membuat seluruh investor asing menjual saham di negara tersebut. Sebagian investor menggunakan strategi aktif dan tetap dapat berinvestasi berdasarkan penilaian mereka sendiri terhadap perusahaan maupun kondisi ekonomi. Karena itu, klasifikasi MSCI merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan, bukan satu-satunya penentu pergerakan harga saham.

Memahami kategori emerging, frontier, dan standalone market membantu kita melihat bagaimana MSCI menilai karakter serta aksesibilitas pasar saham suatu negara. Perbedaan status dapat memengaruhi cakupan indeks dan keputusan sebagian investor global, terutama yang mengikuti indeks sebagai acuan. Namun, prospek investasi tetap perlu dinilai bersama faktor lain, seperti kondisi perusahaan, likuiditas, transparansi pasar, dan risiko ekonomi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article