Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Screenshot 2025-08-29 185530.jpg
Transformasi Digital dan Literasi Keuangan Jadi Senjata Baru Pemberdayaan Pekerja Migran. (Dok/Istimewa).

Intinya sih...

  • Bank Indonesia dan Kementerian P2MI ingin tingkatkan perlindungan konsumen.

  • Pekerja migran harus meningkatkan pemahaman keuangan.

  • Penggunaan QRIS antarnegara tumbuh signifikan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia terus mendukung penguatan keberdayaan pekerja migran sebagai kontributor penting dalam perekonomian nasional. Kiriman uang atau remitansi tidak hanya menopang kesejahteraan keluarga di Tanah Sir, tetapi juga memperkuat cadangan devisa dan mendukung stabilitas Neraca Pembayaran Indonesia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta mengatakan kontribusi pekerja migran semakin optimal apabila memiliki pemahaman yang baik mengenai produk dan layanan keuangan.

"Perlindungan dan literasi keuangan menjadi kunci agar pekerja migran semakin berdaya, terlindungi, dan memanfaatkan layanan keuangan dengan aman sehingga memperluas keuangan inklusif Indonesia," ungkap Filianingsih Hendarta dalam acara Penguatan Pelindungan Konsumen Kepada CPMI/PMI dan P3MI di Jakarta (28/8/2025).

1. Bank Indonesia dan Kementerian P2MI ingin tingkatkan perlindungan konsumen

Bank Indonesia

Bank Indonesia bersama Kementerian P2MI berkomitmen untuk meningkatan pelindungan konsumen di bidang sistem pembayaran dalam pelayanan penempatan pekerja migran Indonesia sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani pada acara ini.

Kolaborasi juga dilakukan dengan menyediakan situs web Jaringan Informasi PMI (JariPMI.Info) yang merupakan portal informasi yang dibutuhkan PMI, seperti profil negara tujuan, administrasi dan dokumen, budaya masyarakat, komunitas masyarakat Indonesia, layanan remitansi yang aman, serta edukasi keuangan dan pelindungan konsumen. Melalui website JariPMI, PMI juga dapat menyampaikan pengaduan terkait sistem pembayaran yang langsung terhubung dengan web portal Pengaduan Bank Indonesia.

2. Pekerja migran harus meningkatkan pemahaman keuangan

Logo Bank Indonesia

Sejalan dengan itu, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding menegaskan komitmen Pemerintah untuk melindungi PMI agar bekerja dengan aman dan nyaman. Salah satu bentuk upaya pelindungan kepada PMI dimaksud adalah kolaborasi Kementerian P2MI dengan Bank Indonesia dalam memasukkan literasi keuangan dalam silabus pembekalan dan pelatihan calon PMI.

Selain itu, pemerintah bekerja sama dengan perbankan menyalurkan KUR PMI dengan skema yang mudah dan tingkat bunga yang relatif rendah untuk membantu calon PMI membayar biaya pelatihan, persiapan keberangkatan, dan memenuhi biaya hidup sebelum mendapatkan upah di negara tujuan.

"Kami mengajak para pekerja migran dan keluarganya untuk terus meningkatkan pemahaman keuangan, agar remitansi yang dihasilkan bukan hanya untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan berkelanjutan," ungkapnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong akses pembiayaan murah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan PMI, dengan bunga rendah dan proses mudah. Skema ini dirancang untuk membantu calon PMI membayar biaya pelatihan, keberangkatan, hingga kebutuhan hidup sebelum mendapat gaji.

Untuk mendukung pemberdayaan berkelanjutan, diluncurkan pula portal digital JariPMI.info, sumber informasi satu pintu untuk PMI mengenai negara tujuan, administrasi, budaya lokal, layanan remitansi yang aman, edukasi keuangan, dan kanal pengaduan sistem pembayaran.

"Portal ini juga terhubung langsung dengan web pengaduan resmi Bank Indonesia, memastikan PMI memiliki akses terhadap perlindungan yang nyata dan responsif," jelasnya.

3. Penggunaan QRIS antarnegara tumbuh signifikan

Ilustrasi QRIS (bi.go.id)

Salah satu bentuk nyata dari transformasi digital ini adalah implementasi QRIS Antarnegara. solusi pembayaran lintas negara yang memungkinkan PMI melakukan transaksi harian dengan mudah, murah, dan aman. QRIS kini telah digunakan di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang, dan akan segera hadir di negara tujuan utama lainnya seperti Tiongkok dan Uni Emirat Arab.

Data Bank Indonesia mencatat, hingga Juli 2025, penggunaan QRIS Antarnegara menunjukkan pertumbuhan yang signifikan:

  • Thailand: 971.640 transaksi, Rp416,4 miliar

  • Malaysia: 690.525 transaksi, Rp232,9 miliar

  • Singapura: 135.258 transaksi, Rp43,1 miliar

Pencapaian ini menjadi indikator bahwa digitalisasi sistem pembayaran bukan hanya mempermudah transaksi PMI, tapi juga memperkuat inklusi keuangan lintas batas.

Editorial Team