PNM Dukung Konsep Hunian Layak & Produktif lewat Program HOME Syariah

- Home Syariah menggunakan tiga akad: Murabahah, Wadiah, dan Wakalah.
- Nasabah seperti Marni dapat membangun warung kecil di rumah dengan plafon pembiayaan yang meningkat.
- Program ini bertujuan membantu nasabah membangun rumah yang lebih layak dan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI bersama Sarana Multigriya Finansial (SMF), dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berkolaborasi untuk menghadirkan hunian produktif yang layak bagi masyarakat prasejahtera. Hal tersebut dilakukan melalui HOME Syariah, sebuah fasilitas pembiayaan ultra mikro untuk renovasi rumah yang sekaligus dapat difungsikan sebagai tempat usaha.
Melalui program ini PNM mendorong lahirnya konsep hunian produktif, sehingga rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga bisa dijadikan sebagai tempat yang mendukung ekonomi keluarga. Skema tersebut menawarkan kemudahan pembiayaan tanpa agunan, serta terintegrasi dengan pendampingan usaha melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).
1. Dijalankan dengan basis tiga akad

Home Syariah dijalankan dengan basis tiga akad: akad Murabahah, Wadiah, dan Wakalah. Pada akad Murabahah, dilakukan perjanjian jual beli antara nasabah dengan Mekaar Syariah/pemberi pembiayaan, di mana PNM membeli barang yang diperlukan nasabah lalu menjualnya kepada nasabah sebesar harga perolehan ditambah margin keuntungan yang disepakati.
Sementara akad Wadiah merupakan perjanjian titipan antara Mekaar Syariah dan nasabah, di mana titipan dijaga serta dapat dikembalikan setiap saat ketika nasabah menghendaki, dengan Mekaar Syariah bertanggung jawab atas pengembaliannya. Adapun akad Wakalah menjadi bentuk pelimpahan kuasa, dalam hal ini Mekaar Syariah memberikan kuasa kepada nasabah untuk membeli barang-barang sesuai kebutuhan.
2. Bisa bangun warung kecil di rumah

Salah satu penerima manfaat program ini adalah Marni, nasabah PNM asal Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Marni bergabung sejak 2018, dengan plafon awal Rp3.000.000 yang kini meningkat menjadi Rp8.000.000. Ia merintis usaha warung makanan dari aktivitas sederhana berjualan di kantin sekolah, hingga akhirnya dapat membangun warung mini secara bertahap.
“Dulu suami saya tidak punya kerja tetap. Sembilan tahun lalu, untuk makan sehari-hari saja rasanya kurang. Jangankan buat beli lauk, kadang sepotong ayam pun susah sekali. Saya jualan keliling, panas-panasan di jalan, bawa dagangan dari satu tempat ke tempat lain. Tapi sejak saya masuk Mekaar, pelan-pelan hidup berubah. Apalagi setelah dapat program HOME, saya bisa bangun warung kecil di rumah. Sekarang saya tidak perlu keliling lagi, jualan gorengan bisa dari rumah. Alhamdulillah, saya bisa bantu suami, penghasilan lebih jelas, dan yang paling saya syukuri, anak-anak bisa tetap sekolah,” Ujar Marni.
3. Membangun rumah yang lebih layak dan produktif

Dodot Patria Ary selaku Sekretaris Perusahaan PNM mengungkapkan, program ini dihadirkan untuk membantu nasabah membangun rumah yang lebih layak dan produktif, karena bagi banyak keluarga prasejahtera, rumah bukan hanya tempat pulang, tetapi juga tempat mencari penghidupan.
"Melalui pembiayaan ultra mikro berbasis prinsip syariah, tanpa agunan, serta pendampingan berkelanjutan, kami ingin memastikan setiap nasabah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menguatkan usahanya dan meningkatkan kesejahteraan keluarga untuk menopang ekonomi keluarganya," ujarnya. (WEB)

















