Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PNM Kembali Terbitkan Orange Bond dan Sukuk, Himpun Rp2,59 Triliun
PNM kembali menghimpun dana melalui penerbitan instrumen keuangan berwawasan sosial orange dengan total nilai Rp2,59 triliun atau oversubscribed sebanyak 1,73 kali dari target penawaran umum sebesar Rp1,50 triliun. (Dok. PNM)
  • PNM menghimpun Rp2,59 triliun melalui Orange Bond dan Orange Sukuk September 2026, melampaui target Rp1,50 triliun dengan permintaan 1,73 kali penawaran.

  • Instrumen bertenor satu dan tiga tahun ini menawarkan kupon 7,05 persen dan 7,10 persen per tahun, untuk memperkuat pembiayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro Mekaar.

  • Dana tersebut mendukung akses modal sekaligus pendampingan usaha bagi nasabah Mekaar; distribusi dilakukan 18 September dan pencatatan di BEI pada 21 September 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PT Permodalan Nasional Madani menerbitkan kembali Orange Bond dan Orange Sukuk senilai Rp2,59 triliun untuk memperkuat pembiayaan bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro melalui program Mekaar.
  • Who?
    PT Permodalan Nasional Madani (PNM), investor, serta nasabah PNM Mekaar yang merupakan perempuan pelaku usaha ultra mikro terlibat dalam penerbitan dan pemanfaatan dana pembiayaan.
  • Where?
    Penerbitan dilakukan oleh PNM di Jakarta, dengan dana ditujukan menopang layanan pembiayaan Mekaar bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro yang tersebar di Indonesia.
  • When?
    Penerbitan berlangsung pada September 2026. Distribusi instrumen dijadwalkan 18 September 2026 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 21 September 2026.
  • Why?
    Dana dihimpun untuk memperluas akses pembiayaan, memperkuat kapasitas usaha, serta mendukung pendampingan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.
  • How?
    PNM menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Orange Berkelanjutan Tahap IV dan Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Orange Berkelanjutan Tahap V, bertenor satu dan tiga tahun, dengan kupon 7,05 persen dan 7,10 persen per tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bagi perempuan pengusaha ultra mikro, tambahan modal bukan sekadar angka. Di baliknya ada kesempatan untuk menambah stok dagangan, memperluas usaha, hingga menjaga roda ekonomi keluarga tetap berjalan. Semangat inilah yang kembali dibawa PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melalui penerbitan kembali Orange Bond dan Orange Sukuk pada September 2026.

PNM kembali menghimpun dana melalui penerbitan instrumen keuangan berwawasan sosial orange dengan total nilai Rp2,59 triliun atau oversubscribed sebanyak 1,73 kali dari target penawaran umum sebesar Rp1,50 triliun.

1. PNM perkuat pembiayaan Mekaar melalui Orange Bond dan Sukuk

PNM kembali menghimpun dana melalui penerbitan instrumen keuangan berwawasan sosial orange dengan total nilai Rp2,59 triliun atau oversubscribed sebanyak 1,73 kali dari target penawaran umum sebesar Rp1,50 triliun. (Dok. PNM)

Dalam mendukung perluasan akses keuangan bagi perempuan prasejahtera sekaligus memperkuat kontribusi PNM terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, PNM menerbitkan dua instrumen, yaitu Obligasi Berwawasan Sosial Orange Berkelanjutan I PNM Tahap IV Tahun 2026 dan Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Orange Berkelanjutan I PNM Tahap V Tahun 2026, masing-masing dengan tenor 1 tahun dan 3 tahun dengan kupon sebesar 7.05 persen p.a dan 7.10 persen p.a.

Orange Bond dan Orange Sukuk adalah instrumen keuangan berwawasan sosial yang selaras dengan Orange bond principles, yaitu alokasi modal berperspektif gender, penguatan kapasitas dan keberagaman, serta transparansi. Hal ini sangat sejalan dengan core business utama PNM, yaitu program Mekaar yang memberikan akses pembiayaan langsung kepada Perempuan pelaku usaha ultra mikro yang tersebar di pelosok Indonesia.

Keberhasilan penerbitan ini menjadi semakin berarti di tengah ketidakpastian pasar keuangan global pada awal 2026, yang masih dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak, konflik geopolitik yang berkelanjutan, serta dinamika inflasi dan suku bunga. Di tengah kondisi tersebut, yang belum menunjukkan perbaikan signifikan saat penerbitan dilakukan, PNM tetap memperoleh respons positif dari investor.

2. PNM padukan pembiayaan dan pendampingan bagi perempuan ultra mikro

PNM kembali menghimpun dana melalui penerbitan instrumen keuangan berwawasan sosial orange dengan total nilai Rp2,59 triliun atau oversubscribed sebanyak 1,73 kali dari target penawaran umum sebesar Rp1,50 triliun. (Dok. PNM)

Penerbitan tersebut tidak berhenti sebagai aksi korporasi PNM untuk memperoleh pendanaan. Ada tujuan sosial yang dibawa melalui instrumen tersebut, yakni memperkuat kapasitas pembiayaan bagi perempuan yang selama ini menjadi bagian penting dari ekosistem usaha ultra mikro.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, Orange Bond menjadi salah satu cara PNM menghadirkan sumber pembiayaan yang sejalan dengan misi pemberdayaan perempuan. Menurutnya, akses terhadap pembiayaan menjadi semakin berarti ketika diikuti dengan pendampingan yang membuat perempuan mampu mengembangkan usaha secara bertahap.

“Bagi nasabah PNM Mekaar pembiayaan membuka kesempatan untuk mereka mempertahankan usaha, menambah kapasitas, dan perlahan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karena itu, melalui Orange Bond dan Orange Sukuk, kami ingin memastikan akses pembiayaan tersebut terus dapat diperkuat dan memberikan manfaat nyata bagi perempuan ultra mikro,” ujar Kindaris.

Model pemberdayaan PNM sendiri menempatkan pembiayaan dan pendampingan sebagai dua hal yang berjalan beriringan. Nasabah Mekaar tidak hanya mendapatkan akses modal, tetapi juga mengikuti pertemuan kelompok dan berbagai proses pendampingan yang diarahkan untuk memperkuat kemampuan usaha.

3. Pemberdayaan perempuan jadi fokus pembiayaan sosial PNM

Gedung PNM. (Dok. PNM)

Pendekatan tersebut menjadi penting karena tantangan perempuan pengusaha ultra mikro sering kali tidak berhenti pada persoalan modal. Kemampuan mengelola keuangan, menjaga keberlangsungan usaha, menemukan pasar, hingga membangun kepercayaan diri turut menentukan apakah sebuah usaha dapat bertahan dan berkembang.

Karena itu, kehadiran instrumen keuangan berwawasan sosial seperti Orange Bond dan Orange Sukuk memiliki kaitan langsung dengan upaya memperluas kesempatan ekonomi bagi perempuan. Dana yang dihimpun menjadi bagian dari sumber pembiayaan yang menopang keberlanjutan layanan PNM kepada segmen ultra mikro.

Penerbitan kali ini juga menunjukkan keberlanjutan komitmen PNM dalam mengembangkan pembiayaan yang membawa dimensi sosial. Sebelumnya, PNM telah memperkenalkan Orange Bond dan Orange Sukuk sebagai instrumen yang menghubungkan kebutuhan pendanaan dengan agenda pemberdayaan perempuan.

“Kami ingin membangun keberlanjutan. Ketika seorang perempuan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usahanya, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Ada keluarga yang ikut bertumbuh dan ada lingkungan ekonomi di sekitarnya yang ikut bergerak. Inilah dampak yang ingin terus kami hadirkan melalui pemberdayaan,” katanya.

Secara jadwal, distribusi kedua instrumen tersebut dilakukan pada 18 September 2026, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia berlangsung pada 21 September 2026. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article