Desa Sausu Tambu menunjukkan bagaimana potensi desa pesisir dapat berkembang menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Berbekal kekayaan sumber daya alam, keberagaman budaya, serta penguatan ekosistem ekonomi melalui program Desa BRILiaN dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), desa ini terus berbenah dalam mengembangkan sektor pariwisata dan berbagai klaster usaha produktif. (Dok. BRI)
Selain sektor pariwisata, penguatan ekonomi desa juga ditopang oleh pengembangan klaster usaha berbasis komoditas unggulan. Sektor kakao menjadi salah satu tulang punggung ekonomi warga, di mana hampir seluruh masyarakat terlibat dalam budidaya dengan berbagai varietas. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan produktivitas desa, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat secara lebih luas.
Di sisi lain, sektor perikanan tetap menjadi andalan masyarakat pesisir dengan hasil tangkapan utama seperti ikan tongkol dan ikan lajang. Sementara itu, komoditas kelapa juga terus dikembangkan, dari yang sebelumnya diolah secara sederhana menjadi kopra hingga kini mampu menjangkau pasar di luar daerah. Perkembangan ini menunjukkan adanya peningkatan kapasitas usaha masyarakat yang semakin adaptif terhadap peluang pasar.
Untuk mendukung keberlanjutan pertumbuhan tersebut, akses terhadap layanan keuangan menjadi faktor penting. BRI hadir melalui penyediaan layanan perbankan yang inklusif, antara lain melalui AgenBRILink, pemanfaatan aplikasi BRImo, serta dukungan pembiayaan yang membantu pelaku usaha desa dalam mengembangkan usahanya secara lebih optimal.
Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa program Desa BRILiaN merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui program Desa BRILiaN, BRI mendorong penguatan kelembagaan desa, digitalisasi layanan keuangan, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Pendampingan ini dilakukan secara berkelanjutan agar desa mampu tumbuh mandiri dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Dhanny.