Comscore Tracker

6 Tips Belanja Perabotan Rumah yang Gak Bikin Kantong Bolong

Harga perabotan bisa 30 persen lebih mahal dari harga rumah

Jakarta, IDN Times – Membeli perabotan rumah bisa jadi suatu keharusan bagi orang-orang yang baru memiliki rumah. Namun sayangnya, harga perabotan tidaklah murah. Bahkan menurut Lifepal, harganya bisa 30 persen lebih mahal dari harga rumah.

Hal itu jelas akan menjadi beban tersendiri, apalagi bagi orang-orang yang hanya memiliki dana terbatas.

Lantas, bagaimana cara yang tepat untuk bisa membeli perabotan rumah tanpa membuat kantong bolong? Berikut ini beberapa tipsnya dari Lifepal.co.id.

Baca Juga: 5 Tips Sederhana untuk Belanja Hemat Tanpa Tergiur Promo, Ingin Coba?

1. Siapkan dana jauh-jauh hari

6 Tips Belanja Perabotan Rumah yang Gak Bikin Kantong BolongIlustrasi Menabung (IDN Times/Mardya Shakti)

Dana yang harus dikeluarkan untuk membeli perabotan bisa mencapai puluhan, bahkan ratusan juta rupiah. Jika dana yang dimiliki terbatas, maka lakukan perencanaan untuk belanja perabotan.

Selain itu, untuk meringankan pengeluaran, coba untuk membeli perabotan secara bertahap agar tidak perlu mengeluarkan biaya sangat besar pada satu waktu.

Jangan lupa juga untuk mencari tahu berapa estimasi harga masing-masing perabotan tersebut lalu jumlahkan seluruhnya. Ketika jumlah dana yang dibutuhkan untuk membeli perabotan itu sudah diketahui maka tentukanlah waktu kapan untuk berbelanja.

2. Prioritaskan beli yang “dibutuhkan” terlebih dulu

6 Tips Belanja Perabotan Rumah yang Gak Bikin Kantong BolongTelevisi, ilustrasi barang elektronik (IDN Times/Umi Kalsum)

This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media.

Di saat ingin melakukan pembelian, belilah perabotan yang kiranya sangat dibutuhkan terlebih dulu, seperti barang-barang di kamar tidur utama, kamar mandi, dapur dan ruang makan.

Adapun perabotan yang pada umumnya ada di empat ruangan itu adalah lemari es, kompor, peralatan masak standar, tempat tidur, kasur, lemari baju, berbagai meja pelengkap, kursi, alat pembersih ruangan dan lainnya.

Mengingat barang-barang tersebut akan sering digunakan dalam jangka panjang, maka ada urgensi bagi kita untuk membeli yang berkualitas dengan merek terkenal dan harga lebih mahal ketimbang yang ada di pasaran.

“Penuhilah terlebih dulu perabotan-perabotan tersebut sebelum Anda membeli perabotan lain. Perabotan seperti AC, televisi, dan yang bersifat hiburan atau dekorasi bisa dibeli di lain waktu, lalu untuk mesin cuci, Anda pun bisa menggunakan jasa laundry jika memang belum sanggup untuk membelinya,” kata Lifepal.

3. Untuk barang elektronik, pakai strategi upgrade jika kekurangan dana

6 Tips Belanja Perabotan Rumah yang Gak Bikin Kantong BolongIlustrasi investasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Setiap keluarga memiliki beban keuangan yang berbeda-beda. Tidak semua keluarga mampu membeli peralatan elektronik penting bermerek terkenal dan kualitas nomor satu.

Anggap saja, bagi keluarga muda dengan satu anak yang rutin memasak, idealnya mereka memiliki lemari es dengan kapasitas ruang 500 liter. Anggap saja, jika satu keranjang belanja memiliki kapasitas 18 liter, maka lemari es 500 liter bisa menampung 27 keranjang belanja.

Jikalau lemari es yang memiliki ruang 500 liter belum terbeli, maka belilah lemari es dua pintu dengan kapasitas ruang 300 liter dulu. “Saat penghasilan Anda bertambah dan kondisi keuangan membaik, Anda pun bisa melakukan upgrade lemari es ke kapasitas yang lebih besar, jika memang dibutuhkan,” jelasnya.

“Lemari es lama Anda pun bisa dimanfaatkan khusus untuk menyimpan sayur mayur dan bahan makanan di dapur, atau dijual kembali,” tambah Lifepal.

Strategi ini sendiri tidak hanya berlaku untuk pembelian lemari es, melainkan juga pada perabotan lain seperti televisi, mesin cuci, kompor, dan lainnya.

4. Jangan termakan gimmick saat beli barang elektronik

6 Tips Belanja Perabotan Rumah yang Gak Bikin Kantong BolongIlustrasi Belanja E-commerce (IDN Times/Arief Rahmat)

Dalam memilih peralatan elektronik, jangan pernah abaikan kualitas dan konsumsi daya listrik. Gimmick hemat energi dan teknologi terbaru umumnya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.

Lakukan riset yang lebih mendalam seputar produk yang ingin dibeli. Mintalah referensi untuk peralatan elektronik dari rekan atau saudara sebelum membeli. Cari tahu lebih dalam seputar cara perawatan serta lokasi servis peralatan elektronik yang diincar. 

Selain itu, tanyalah dengan detail ke pihak penjual peralatan elektronik mengenai berbagai hal, seperti konsumsi daya listrik harian dari barang tersebut. “Jangan sampai karena termakan iming-iming iklan yang dipasang, Anda kecewa di kemudian hari,” kata Lifepal.

Baca Juga: 6 Tips Memilih Ukuran Baju yang Sesuai Saat Belanja Online

5. Jika tak dapat diskon, beli perabotan bekas

6 Tips Belanja Perabotan Rumah yang Gak Bikin Kantong BolongIlustrasi Belanja (IDN Times/Arief Rahmat)

Diskon perabotan rumah adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Namun kesempatan itu tidak selalu ada untuk barang yang dibutuhkan.

Oleh karenanya, tidak salah untuk mempertimbangkan membeli perabotan bekas berupa kursi, meja, lemari, rak, dan perabotan non-elektronik lainnya.

“Selama perabotan itu masih bagus dan layak pakai, tentu Anda bisa menghemat pengeluaran dengan tidak membeli perabotan baru dengan harga yang lebih mahal,” jelas Lifepal.

6. Perhatikan hal berikut jika harus berutang untuk beli perabotan

6 Tips Belanja Perabotan Rumah yang Gak Bikin Kantong BolongIlustrasi belanja online (IDN Times/Arief Rahmat)

Membeli perabotan dengan cicilan kartu kredit tentu boleh dilakukan, asalkan memperhatikan hal-hal berikut:

- Sangat membutuhkan perabotan itu

- Cicilan tersebut bersifat tanpa bunga atau tanpa biaya layanan 

- Mendapat potongan harga jika melakukan pembayaran lewat kartu kredit

- Jumlah cicilan utang saat ini tidak melebihi 35 persen dari penghasilan bulanan

- Barang yang dibeli dengan cicilan adalah barang untuk penggunaan dalam jangka waktu lama

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya