Menjadi bagian dari kelas menengah bukan berarti kondisi keuangan selalu aman. Justru, kelompok ini bisa berada di posisi yang cukup rentan ketika biaya hidup naik, pendapatan stagnan, atau terjadi PHK.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada September 2024, kelompok kelas menengah Indonesia mencapai 17,25 persen atau sekitar 48,41 juta orang. Sementara itu, kelompok yang menuju kelas menengah mencapai 49,29 persen.
Artinya, banyak yang berada di posisi yang masih harus berjuang mempertahankan daya beli. Lantas, apa yang bisa dilakukan agar kondisi keuangan tetap bertahan di tengah situasi ekonomi yang terasa makin menantang? Berikut beberapa tipsnya.
