Comscore Tracker

[PUISI] Pekat

Nanti racun itulah meniadakan yang ada

Pada masa-masa silam
Aku pernah tumbuh sebagai lebam
Sekujur tubuhku mati rasa, berjalan tertatihlah yang aku bisa
Pada pekat yang tak kunjung tenggelam, aku teguk habis asa yang ada

Pada masa yang pernah aku lalui
Aku pernah berlari, meski sekujur tubuh remuk sampai sanubari
Aku urai benang-benang luka milikku sendiri
Aku jahit dengan pilu yang menyesakkan dadaku ini

Pernahkah engkau mendengar, Puan?
Seseorang yang mati karena cintanya sendiri?
Merawat sebuah pengkhianatan, bagaikan merawat seorang anak tiri
Menjadikan cinta itu baik, menumbuhkan racun dalam diriku sendiri

Rasanya kering sudah, air mata dan keringat
Tanganku tak bisa lagi merengkuh tubuhku
Telingaku sudah tak bisa lagi mengenali suaraku
Yang ada hanya, pekat yang mengakar dalam dadaku

Baca Juga: [PUISI] Sepenggal Awal Baru

esti wahyu ningtyas Photo Verified Writer esti wahyu ningtyas

Allah ❣️

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Just For You