Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Ada Lelah yang Tak Pandai Bersuara

1 min read
[PUISI] Ada Lelah yang Tak Pandai Bersuara
ilustrasi pria mendengarkan musik malam hari (pexels.com/Wendell Stoyer)
  • Puisi menggambarkan lelah yang dipendam dalam diam, di balik senyum dan kesan bahwa hidup berjalan baik-baik saja.
  • Beban yang datang tanpa jeda membuat hati kehilangan kata, sementara tangis dan sesak sering disimpan sendiri tanpa terlihat.
  • Saat langkah terasa berat, seseorang tidak perlu memaksakan diri tampak kuat dan berhak beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ada lelah yang memilih diam,
Tumbuh perlahan di balik malam.
Tak meminta dunia memahami kelam,
Hanya ingin sejenak merasa tenteram.

Senyum dipakai menutup luka,
Seolah hidup baik-baik saja.
Padahal hati kehilangan kata,
Saat beban datang tanpa jeda.

Tak semua tangis jatuh ke bumi,
Sebagian menetap jauh di hati.
Menjadi sesak yang dipendam sendiri,
Menunggu waktu untuk dimengerti.

Jika esok langkah terasa berat,
Tak perlu memaksa diri terlihat kuat.
Sebab lelah pun berhak beristirahat,
Sebelum kembali berjalan dengan tekad.

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia