Saat kuberanikan mengucap prolog
Kukira percakapan kekal hingga epilog
Tapi nyatanya aku hanya bermonolog
Tanpa balas, seolah memang tak pantas

Namun, tanpa penat kutulis ulang naskah
Barangkali, karakter tak sesuai selera
Atau dialog terasa rumpang makna
Asalkan kau masih di dalam cerita

Ironisnya, kau tak inginkan peran utama
Meski berulang kali kurombak tema
Aku bukanlah lawan main yang kau damba
Pantas saja, adegan tak pernah bernyawa

Jadi, kurelakan pertunjukan terhenti
Bila pentas memang tak kau gemari
Biar kututup tirai 'tuk akhiri
Kali ini ... carilah panggungmu sendiri