Ada lelah yang memilih diam,
Tumbuh perlahan di balik malam.
Tak meminta dunia memahami kelam,
Hanya ingin sejenak merasa tenteram.
Senyum dipakai menutup luka,
Seolah hidup baik-baik saja.
Padahal hati kehilangan kata,
Saat beban datang tanpa jeda.
Tak semua tangis jatuh ke bumi,
Sebagian menetap jauh di hati.
Menjadi sesak yang dipendam sendiri,
Menunggu waktu untuk dimengerti.
Jika esok langkah terasa berat,
Tak perlu memaksa diri terlihat kuat.
Sebab lelah pun berhak beristirahat,
Sebelum kembali berjalan dengan tekad.
![[PUISI] Ada Lelah yang Tak Pandai Bersuara](https://image.idntimes.com/post/20260507/pexels-wendell-stoyer-2149012384-31782102_fa174720-12f2-437f-92fb-85a8d067e6f2.jpg)