Andai hati serupa batu pualam
Takkan kurasa perih yang menikam begitu dalam
Namun aku hanyalah rapuh yang terpendam
Memeluk serpihan diri di kesunyian malam
Biarlah waktu mengukir garis nestapa
Pada tubuh jiwa yang letih mengeja makna
Sebab tak semua luka menjelma jadi petaka
Ada yang diabadikan dalam aksara yang berharga
Jika esok masih kutemui kepedihan
Akan kuterima tanpa menyalahkan keadaan
Meski luka baru kembali terukir perlahan
Aku tak ingin kehilangan diriku dalam kesakitan
![[PUISI] Aku Hanyalah Rapuh yang Terpendam](https://image.idntimes.com/post/20250429/unrecognizable-woman-walking-road-near-hills-cloudy-sky-657883-132-159d3fc451d391961a73204b1b20b3cd-9ecf8fafb9639ca9a22cde6c59af4938.jpg)