Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi perempuan tersenyum
ilustrasi perempuan tersenyum (pexels.com/Nguyen Hung)

Bagai sidik jari yang tak pernah kembar
Warna hidupku pun punya jalannya sendiri
Tak harus sama untuk tetap berseri
Karena keunikan tak butuh pengakuan

Aku punya suara yang layak didengar
Tumbuh tegak meski dunia kian nanar
Tak satu pun yang berhak menilaiku
Aku berharga tanpa perlu banyak syarat

Sebab aku diuji oleh kerasnya waktu
Cahayaku lahir dari kejernihan sejati
Namaku ditentukan oleh caraku bersinar
Mekar sempurna di taman hati sendiri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎