Menggugat doa
Di hadapan sunyi berserakan,
Kata-kata runtuh
Bak dedaunan gugur

Di lorong waktu tak pernah menoleh
Doa saling bersahut
Suaranya retak bagai cermin pecah memantulkan wajah
Tak utuh, tak jelas

Mengetuk langit dengan tangan gemetar
Namun pintu-pintu awan mengunci
Hujan turun sebagai bahasa tak runtut
Iman berdiri seperti lilin di tengah angin