Batu batanya adalah ketakutan akan penolakan
Kususun rapi demi sebuah rasa aman
Aku yang memilih untuk terus berpura-pura
Menukar jati diri, tenggelam bising suara luar

Tak ada gembok, hanya kemauanku untuk tunduk
Membiarkan kebebasan perlahan menjadi lapuk
Aku memilih terpenjara agar tetap diterima
Menukar kebebasan dengan tepuk tangan mereka

Inilah sandiwara, penjara yang kubangun sendiri
Sebab aku terlalu takut untuk berdiri sepi
Kini kutatap kunci yang selama ini kugenggam
Mencoba keluar sebelum jiwaku benar-benar padam