Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Asap Kalimantan dan Wajah-Wajah yang Berpaling

1 min read
[PUISI] Asap Kalimantan dan Wajah-Wajah yang Berpaling
ilustrasi karhutla (Pexels.com/Saravanan Narayanan)
  • Puisi menggambarkan kebakaran hutan di Kalimantan yang menghitamkan langit, merobohkan pepohonan, dan memaksa satwa mencari perlindungan.
  • Warga, termasuk anak-anak, digambarkan terdampak asap dan sesak napas, sementara bantuan pemadaman yang dinanti dinilai tak kunjung datang.
  • Karya ini menyoroti sikap pihak berkuasa yang dianggap mengabaikan kebakaran serta mempertanyakan masa depan hutan, sungai, dan generasi mendatang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di Kalimantan, api menjilat hutan
asap menghitam, langit kehilangan terang
pohon-pohon tumbang dalam kepungan
satwa berlari mencari perlindungan

Di rumah-rumah, anak menahan sesak napas
sementara dari gedung tinggi
tak terdengar kecuali sunyi
seolah hutan yang terbakar
bukan milik negeri ini

Hari demi hari berganti, api tak kunjung padam
asap menggantung pekat sepanjang malam
Kami menunggu tangan yang datang memadam
namun yang tiba hanya janji yang tenggelam.

Kalimantan menangis tanpa suara
sementara mereka yang berkuasa
berlagak seolah tak terjadi apa-apa

Kelak ketika hutan tinggal kenangan
ketika sungai kehilangan teduh pepohonan
ketika anak-anak bertanya tentang lahan hijau
yang hanya mereka lihat dalam gambar dan cerita
siapa yang akan menjawab
mengapa api dibiarkan membesar?

Jika bumi adalah rumah bersama
mengapa ketika rumah ini terbakar
mereka yang menjaga pintunya
justru memilih berpaling muka?

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel