Bumi menjerit tanpa suara,
Hutannya gugur, langit terluka.
Manusia berpaling menutup mata,
Seolah nestapa bukan miliknya.

Sungai mengering, laut meradang,
Pohon tumbang, tanah pun gersang.
Alam menanggung luka yang panjang,
Sementara janji sekadar bayang.

Bumi tak bisu, hanya dipaksa,
Menelan amarah yang kian tersisa.
Di balik tenang, tersimpan bencana,
Menunggu waktu untuk bicara.

Kelak saat Bumi berhenti memberi,
Akankah manusia kembali mengerti?
Bahwa alam bukan untuk disakiti,
Melainkan rumah yang harus dijaga sepenuh hati.