Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Ayah Menyimpan Lelah di Saku
ilustrasi ayah dan anak belanja (pexels.com/Timur Weber)

Ayah menyimpan lelah di saku,
Pulang membawa senyum yang lugu.
Tak pernah bercerita tentang pilu,
Seolah hidup selalu baik untukmu.

Tangannya kasar memeluk waktu,
Mengejar pagi hingga senja berlalu.
Peluh mengalir tanpa banyak mengadu,
Demi rumah yang tetap terasa teduh.

Kadang, langkahnya mulai melambat,
Namun, tekadnya tak pernah surut sesaat.
Ia sembunyikan luka yang berat,
Di balik tawa yang tampak hangat.

Kelak ketika rambutnya memutih,
Barangkali langkah tak lagi gigih.
Peluklah ayah sebelum waktu beralih,
Sebab, cintanya bekerja tanpa pamrih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎