Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Bahagia Sebesar Remah Roti
ilustrasi roti yang disajikan di atas piring (pexels.com/Muhammad Khawar Nazir)

Pagi menyuguhkan roti yang masih hangat
Secangkir teh mengepulkan aroma
Cahaya matahari jatuh di dekat jendela
Dan seekor burung bernyanyi tanpa alasan

Tak ada hadiah yang datang mengetuk
Tak ada kabar besar yang mengubah keadaan
Namun hari terasa cukup untuk dipeluk
Oleh hal-hal kecil yang jarang diperhatikan

Dunia mengajarkan cara mengejar bahagia
Lewat angka, pencapaian, dan segala pujian
Sampai manusia lupa bahwa hidup juga
Tersimpan dalam jeda dan kesederhanaan

Maka biarkan hari ini berjalan biasa
Tanpa tuntutan menjadi luar biasa
Sebab terkadang hati paling kaya
Saat mampu bersyukur tanpa memiliki segalanya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team