Kukira langkahmu datang menetap,
Membawa terang ketika gelap.
Ternyata hanya singgah sekejap,
Lalu pergi tanpa sempat kuucap.

Kukira teduhmu adalah tujuan,
Tempat segala resah menemukan pelukan.
Namun, aku salah membaca perjalanan,
Kau sekadar jeda, bukan kepulangan.

Telanjur kutanam banyak percaya,
Pada pintu yang kukira terbuka selamanya.
Saat kau pergi tanpa banyak kata,
Barulah kupahami arti sementara.

Kini, tak lagi kusebut kau rumah,
Meski kenangan belum seluruhnya punah.
Ada yang memang hadir untuk singgah,
Mengajari hati cara melepas tanpa marah.