Di ujung taman yang mulai sepi,
sebuah bangku tua masih berdiri.
Catnya mengelupas dimakan waktu,
menyimpan cerita yang tak lagi baru.
Dulu, tawa pernah singgah di sana,
bersama janji dan harapan sederhana.
Ada percakapan yang tak ingin usai,
ada pertemuan yang terasa damai.
Kini daun-daun gugur di sisinya,
angin membawa sunyi menggantikan suara.
Tak ada lagi yang duduk berdua,
hanya kenangan yang tersisa di sana.
Bangku tua, tetaplah di tempatmu,
meski waktu menghapus jejak yang lalu.
Sebab tak semua yang ditinggalkan
berarti kehilangan makna dan kenangan.
Dan jika suatu hari aku kembali,
semoga masih ada ruang untuk duduk sejenak.
Mengingat siapa diriku dahulu,
sebelum waktu mengubah begitu banyak hal dalam hidupku.
![[PUISI] Bangku Tua di Ujung Taman](https://image.idntimes.com/post/20261021/1000146383_5a3c3c88-d449-4d15-935d-b929a28bb5a0.jpg)