Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Bangku Tua di Ujung Taman
ilustrasi bangku taman tua (pexels.com/Chris F)

Di ujung taman yang mulai sepi,
sebuah bangku tua masih berdiri.
Catnya mengelupas dimakan waktu,
menyimpan cerita yang tak lagi baru.

Dulu, tawa pernah singgah di sana,
bersama janji dan harapan sederhana.
Ada percakapan yang tak ingin usai,
ada pertemuan yang terasa damai.

Kini daun-daun gugur di sisinya,
angin membawa sunyi menggantikan suara.
Tak ada lagi yang duduk berdua,
hanya kenangan yang tersisa di sana.

Bangku tua, tetaplah di tempatmu,
meski waktu menghapus jejak yang lalu.
Sebab tak semua yang ditinggalkan
berarti kehilangan makna dan kenangan.

Dan jika suatu hari aku kembali,
semoga masih ada ruang untuk duduk sejenak.
Mengingat siapa diriku dahulu,
sebelum waktu mengubah begitu banyak hal dalam hidupku.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team