Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Barangkali Bukan Senja

1 min read
[PUISI] Barangkali Bukan Senja
ilustrasi wanita melihat langit senja (Pexels.com/HONG SON)
  • Puisi mengenang masa ketika senja menjadi pemandangan yang dikagumi dan selalu dirindukan saat petang tiba.
  • Setelah kepergian seseorang, cakrawala kehilangan makna; warna langit terasa berubah menjadi gradasi biru dan gelap datang mendadak.
  • Aku lirik mempertanyakan apakah yang dicintai adalah lembayung atau kehadiran seseorang, lalu mencari bayangnya di dunia sekitar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dulu, senja adalah semburat warna
Buatku betah menatap berlama-lama
Kaguminya meski sekejap lalu sirna
Rindukannya saat petang menyapa

Namun sepeninggalmu dari ufuk mata
Cakrawala hanyalah gradasi biru
Seolah pagi tak kirimkan sampai jumpa
Dan gelap tiba-tiba tercipta

Lalu termenung aku menerka-nerka
Benarkah lembayunglah yang kupuja
Atau rengkuh yang hadir di sela rona
Namun hanya gema suaraku menjawab tanya

Maka kuabaikan saja kanvas semesta
Tak peduli goresan apa pun di angkasa
Lebih tertarik kupandangi buana
Barangkali bayangmu terbit di sana

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Ambang Batas Jelang Pemilu 2029