Dulu, warnamu merah merekah
Memancarkan keberanian dalam hadirmu
Menghadirkan kekaguman dalam diam
Bagi siapa pun yang melihatmu
Namun, kini tak begitu
Kau terkulai layu di tanah dingin
Debu bertebaran, menutupi kelopakmu
Lembut kelopakmu, kini kotor dan rapuh
Harummu memudar, tertelan angin sepi
Meninggalkan memori pahit
Mawar merahku, kau layu tak terbalas
Cintaku terpendam, tak pernah kusampaikan
Bagai embun pagi, menetes di kelopakmu
Yang tak pernah kau rasakan
Hanya debu yang kau temukan
![[PUISI] Debu Diatas Kelopak](https://image.idntimes.com/post/20241120/pexels-photo-3155003-c6cdc6cfcbd4d8029a05e025eea142cd-5a493a68c899d98b5d0adacf01fa33ce.jpeg)