Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Debu Diatas Kelopak
ilustrasi mawar kering (pexel.com/Suzy Hazelwood)

Dulu, warnamu merah merekah
Memancarkan keberanian dalam hadirmu
Menghadirkan kekaguman dalam diam
Bagi siapa pun yang melihatmu

Namun, kini tak begitu
Kau terkulai layu di tanah dingin
Debu bertebaran, menutupi kelopakmu
Lembut kelopakmu, kini kotor dan rapuh

Harummu memudar, tertelan angin sepi
Meninggalkan memori pahit
Mawar merahku, kau layu tak terbalas
Cintaku terpendam, tak pernah kusampaikan

Bagai embun pagi, menetes di kelopakmu
Yang tak pernah kau rasakan
Hanya debu yang kau temukan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team