Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Dekat yang Begitu Membentang
Ilustrasi merenung (pexels.com/Photo by Анастасия)

Genggam tangannya tak pernah kurasa

Peluk tubuhnya tak pernah kuterima

Belai lembutnya tak lagi kudamba

Karena aku telah cukup dengan segala kecewa

 

Dia memang hadir di depan mata

Dan selalu ada di setiap kala

Akan tetapi dia tak pernah datang untuk menyapa

Juga tak pernah mendekat untuk bercerita

 

Mereka bilang dia selalu datangkan bahagia

Sosoknya begitu harum di pandangan manusia

Namun bagiku dia alasan untuk teteskan air mata

Sebatas namanya membuatku ingin berpaling darinya

 

Jika memang dia anggapku ada

Adakah luangnya untuk kita saling bercengkerama

Jika aku bukan sekadar bayang di matanya

Kapankah waktu tersisih untuk saling menyembuhkan luka

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team