Genggam tangannya tak pernah kurasa
Peluk tubuhnya tak pernah kuterima
Belai lembutnya tak lagi kudamba
Karena aku telah cukup dengan segala kecewa
Dia memang hadir di depan mata
Dan selalu ada di setiap kala
Akan tetapi dia tak pernah datang untuk menyapa
Juga tak pernah mendekat untuk bercerita
Mereka bilang dia selalu datangkan bahagia
Sosoknya begitu harum di pandangan manusia
Namun bagiku dia alasan untuk teteskan air mata
Sebatas namanya membuatku ingin berpaling darinya
Jika memang dia anggapku ada
Adakah luangnya untuk kita saling bercengkerama
Jika aku bukan sekadar bayang di matanya
Kapankah waktu tersisih untuk saling menyembuhkan luka
![[PUISI] Dekat yang Begitu Membentang](https://image.idntimes.com/post/20250529/pexels-126286915-10012373-5d3b3827db95b3820816052ac5ff368d.jpg)