Kau datang membawa tawa,
mengisi sunyi yang sempat ada.
Dekat dan menjadi temanku,
berbagi cerita tanpa ragu.
Namun tak sempat menginap,
sekitar delapan jumpa.
Kau pergi meninggalkanku.
Kucoba meraihmu lagi,
hadir di agenda yang tak penting bagiku,
demi menemanimu lebih lama.
Namun semua telah berubah,
kau memilih bersama yang lain.
Kurangkul pahitku,
bersama teman yang tenang.
Kini ia menjadi sahabat,
menggantikan peran benalumu.
Mungkin terdengar mustahil,
tak masuk dalam akalku.
Namun kuharap selalu,
bersama sampai akhir perjuangan.
![[PUISI] Delapan Jumpa dan Penggantinya](https://image.idntimes.com/post/20261003/1000470828_c9226554-596a-4f9e-b338-3ae7b46462d0.jpg)