Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Detik yang Tak Pernah Kembali

[PUISI] Detik yang Tak Pernah Kembali
ilustrasi jam (pexels.com/jeshoots)

Detik berdenting di dinding sunyi,
meninggalkan jejak pada jam kehidupan,
tak ada yang mampu menghentikan langkahnya.

Seperti arus sungai yang terus berlari,
waktu membawa mimpi dan kehilangan,
menyisakan bayangan di hati yang rapuh.

Ada senyum yang tertinggal di masa lalu,
dan air mata yang terhanyut bersama jarum jam,
semua menjadi kenangan yang tak bisa disentuh lagi.

Kini hanya ada langkah yang terus maju,
mengejar hari yang terus berlari,
tanpa pernah memberi kesempatan untuk kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hari Ini, Aku Berani Lagi

15 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sahabat Bertumbuh

[PUISI] Sahabat Bertumbuh

11 Apr 2026, 20:28 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hari Jumat

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction