Bandung, kota yang menghirup pagi dari pegunungan
Jalan-jalannya menyimpan tawa yang tak pernah benar-benar pulang
Di bawah langit yang sering lupa memilih antara hujan dan biru,
kami berjalan--bukan untuk sampai, tapi untuk bersama
Teman-teman duduk di warung kecil
Kopi hitam menguap seperti rahasia lama
Cerita berloncatan, dari hal remeh sampai mimpi besar
Semuanya terasa penting karena diucapkan beramai-ramai
Bandung mengajarkan kami pelan-pelan
bahwa dingin bisa hangat jika ada bahu di samping
Waktu bisa lambat saat tawa menolak berhenti
dan perpisahan selalu pura-pura singkat
Ketika langkah membawa kami menjauh,
nama kota ini akan kembali sebagai rasa
Bandung dan teman
dua hal yang tak pernah benar-benar selesai
Hanya berubah menjadi kenangan yang bernapas selamanya
