Kaki yang berlari sering abai pada Bumi
Kemudahan membuat dunia seolah milik sendiri
Payah orang lain hanyalah dongeng belaka
Rasa aman menutup mata dari segala duka
Bukan sengaja abai, kita hanya terlalu menikmati
Hingga luka sesama menjadi sulit kita pahami
Kita sedang terpukau pada langit yang selalu biru
Sampai lupa, di tempat lain mendung sedang menunggu
Mungkin memang harus ada waktu untuk tersungkur
Agar langkah yang kaku bisa belajar cara bersyukur
Satu luka cukup untuk membuat kita mengerti
Bahwa tanpa rasa sakit, kita takkan punya hati
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Hanya Terlalu Silau
![[PUISI] Hanya Terlalu Silau](https://image.idntimes.com/post/20260216/pexels-vitalyagorbachev-12091619_0d9f1df9-04fb-4678-a766-451c81c94733.jpg)
ilustrasi menghadang sinar Matahari (pexels.com/Vitaly Gorbachev)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us