Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Jalan Pulang
ilustrasi mengendarai mobil (magnific.com/freepik)

Selimut awan menyembunyikan aurora

Kilasan hutan hiasi kota yang menua

Besi dan beton yang beriringan

Saksi mata alunan elegi perjalanan

 

Kerahku perlahan melukis noktah kuning

Mengisi piring harapan dalam laju tuntutan yang tinggi

Mata yang lelah dalam batas hari yang genting

Berpaku asa yang menggunung tanpa sanggup didaki

 

Tubuhku telah mengembun oleh waktu

Tak lagi mampu menangkap sang trio jarum

Andai kesempatan dapat berjalan mundur

Laksana awan jalanan di kaca sampingku

 

Seketika lampu sein kaburkan lamunan

Dilema hati terpaksa diakhiri rembulan

Genggamanku tetap kokoh pada kemudi

Walau telah sirna segala arti imaji pada takdir

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team