Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Wajah-wajah Dingin

[PUISI] Wajah-wajah Dingin
ilustrasi seorang wanita dengan wajah sendu (pexels.com/Nazar Aslan)
Share Article

Aku kira aku telah tumbuh lebih kuat
Tak lagi mengukur diri dari mata orang lain
Namun wajah-wajah dingin itu
Selalu menemukan jalan menuju kepalaku

Di antara sekian banyak sapaan hangat
Mengapa justru wajah-wajah dingin itu yang tinggal?
Adakah kata yang keliru kulepaskan?

Seharusnya aku sudah lebih tahu
Bahwa tak semua hal berada dalam kendaliku
Namun mengapa dinginnya masih kubawa pulang?

Aku belajar menyatu di tengah keramaian
Namun selalu ada tatapan yang tak mencair
Atau memang aku
Tak pernah benar-benar memiliki tempat di antara mereka?

Aku tetap belajar menghadirkan hangat
Tak ingin menyalakan perang pada siapa pun
Meski di dalam kepalaku
Perang itu tak pernah benar-benar usai

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team