Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Jamuan bagi Mereka yang Berkuasa

1 min read
[PUISI] Jamuan bagi Mereka yang Berkuasa
ilustrasi meja makan (pexels.com/Daniel Adebayo)
  • Puisi menggambarkan jamuan mewah kalangan berkuasa, dengan keputusan dan nama-nama yang dipertukarkan di tengah simbol kemewahan.
  • Di luar ruang jamuan, ladang menanti hujan dan seseorang menghitung receh, menyoroti jarak antara kemewahan elite dan kesulitan masyarakat.
  • Kursi serta kesempatan digambarkan tidak merata; sejarah disebut akan menyimpan jejak mereka yang pulang tanpa mengenal luka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di meja panjang terhidang porselen berkilau
Anggur dituang hingga nyaris meluap
Nama-nama bertukar tempat di serbet sutra
Takdir diringkas dalam sepotong hidangan

Di luar jendela musim kehilangan arah
Ladang-ladang menunggu hujan yang tertunda
Seseorang menghitung receh di telapak tangan
Sementara sendok kayu saling beradu

Tak semua kursi disediakan untuk suara
Sebagian hanya mengenal anggukan
Sebagian lain mewarisi pintu yang terbuka
Tanpa pernah ditanya apa yang dibawanya

Kelak piring-piring itu akan dibersihkan
Lilin padam tanpa meninggalkan saksi
Namun sejarah pandai menyimpan noda
Pada tangan yang pulang tanpa mengenal luka

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet