Kutarik tirai,
Kudorong bingkai kayu ke luar.
Angin pagi masuk tanpa permisi,
Membawa serta aroma embun dan rumput basah.
Dari kejauhan,
Suara sapu lidi tetangga mulai terdengar,
Bergesekan dengan tanah,
Menggantikan sepi semalam.
Kamar yang pengap kini bisa kembali bernapas lega.
Aku berdiri sebentar di ambang jendela.
Melihat langit yang masih setengah pucat,
Tapi rasanya sudah cukup terang
Untuk menyambut apa pun yang datang hari ini.
![[PUISI] Jendela yang Terbuka](https://image.idntimes.com/post/20260312/pexels-pixabay-259713_4775e0f9-8b69-49a5-b07e-25df73d09675.jpg)