Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Kalah
ilustrasi membuka dompet kosong (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)
  • Puisi menggambarkan kegelisahan mendalam menghadapi persoalan hidup, termasuk rupiah melemah dan musibah yang belum berakhir.
  • Lirik menyoroti kerasnya bertahan hidup di negeri penuh masalah, ketika bisa makan dipandang sebagai anugerah dan kemewahan terasa jauh.
  • Tokoh lirik kehilangan harapan, merasa kalah sejak awal, lalu memilih pasrah karena mimpi indah maupun harapan dianggap mustahil terwujud.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buka mata hanya kembali memupuk gundah
Gelisah resah dan banyak sumpah serapah
Bukan hanya perkara lama soal rupiah melemah
Musibah depan mata pun tak kunjung sudah
Segala sisi tiada niat bikin senyum rekah

Barangkali memang aku yang salah
Terlahir di negeri penuh masalah
Bertahan hidup pun susah-payah
Bisa makan itu anugerah
Boro-boro bermewah-mewah

Hanya bisa menutup mata demi fana meruah
Sebab lama-lama harap pun musnah
Tertinggal beribu khayal dan nanah
Lebih baik melarungkan kisah
Boro-boro kembali terarah

Sedari awal memang aku yang kalah
Membusuk di negara punya si entah
Entah mimpi indah entah mimpi basah 
Sama-sama mustahil mengejawantah
Ya sudah mengaku kalah
Mending pasrah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team