Semerbak wangi hari teristimewa
Terbitnya seorang kesatria pembawa cinta
Hancur oleh pedangnya
Sang pandai membuai harapan madu
Kesucian pintu yang rapat
Ditusuk atas janji ikatan suci
Begitu lihai bersilat pedang
Satu hantaman satu teriakan
Cinta itu datang begitu dalam
Menghujani dada yang tandus
Hingga bertemu embun pagi
Begitu pasrah badanku menjadi tawanan
Hidup dan matiku bersamamu, Janjimu!
Hingga sabit telah menjadi purnama
Ulahmu ternyata aku tanggung sendiri
Tak pernah lagi hingga esok mungkin aku mati
![[PUISI] Kamu Telah Berdusta](https://image.idntimes.com/post/20261015/hati_71d2bbe1-f173-4977-aa71-e5fde09478be.png)