Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Jika Awan Sudi

1 min read
[PUISI] Jika Awan Sudi
Awan gelap menghalangi sinar matahari yang menembus celah awan, menggambarkan harapan di tengah cobaan. (unsplash.com/megindoors)

Ketika cobaan datang silih berganti, seseorang terkadang hanya ingin berhenti sejenak dari lelahnya perjalanan. Di tengah langit yang tak kunjung cerah, masih adakah ruang untuk berteduh dan menemukan harapan?

Telah begitu jauh perjalanan kutempuh
Melewati badai yang tak kunjung reda
Di bawah awan yang sama aku berhenti
Berharap kali ini kau sudi menaungi

Awan, bolehkah aku berteduh kali ini?
Sudikah kau berpihak, walau hanya sehari?
Tak kuminta langit selamanya cerah
Hanya sejenak tanpa cemas akan hujan tumpah

Barangkali kau pun sedang menyimpan duka
Barangkali tangismu belum usai tercurah
Maka kubiarkan diriku tinggal sedikit lebih lama
Menunggu langit yang entah kapan berubah

Sebab di depan masih terbentang jalan
Tempat yang ingin kutuju, harapan yang kusimpan
Namun sebelum langkah ini kembali menjauh
Izinkan aku berhenti di bawah teduhmu

Awan, jika esok hujan kembali menyertai langkahku
Akan kuteruskan perjalanan seperti hari-hari yang lalu
Namun untuk hari ini, sebelum langit kembali kelabu
Biarkan harapan memelukku dalam teduhmu

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet