Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Kencan yang Tersisa di Ingatan
gambar pasangan kekasih naik sepeda (pexels.com/Cottonbro Studio)

Di masa purba kita pernah berkencan di kebisuan
Malam purnama menyinarkan cahaya ke matamu
Juga mataku tak berani mengerling: terlalu silau
Tak berani menatap barang sedetik
Terlalu takut ditatap kembali oleh mata seindah matamu

Dan kebisuan pun tak kunjung pecah
Seperti bisul pada pantatku yang tertekan pada sadel sepeda: menyakitkan
Dan ketika bisul kita pecah
Nanahnya meluber berdenyut-denyut menyakitkan
"aku duluan," katamu di persimpangan sembari melambaikan tangan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team