Telah kusulam tabah pada jubah derita
Kukubur segala perih di palung jiwa
Namun mengapa luka kembali menyapa
Saat kupikir duka telah usai berkelana
Langit pun bungkam menyaksikan nestapa
Bintang kehilangan nyala, rembulan merana
Sedang aku terpuruk di antara puing asa
Memunguti serpihan hati yang luruh tanpa suara
Betapa getir jalan yang mesti kutempuh
Ketika doa terucap, tetapi pilu tak luruh
Segala harap yang kupeluk kian rapuh
Dihempas kenyataan yang tak memberiku teduh
Andai takdir sudi melunakkan sabdanya
Takkan kubiarkan tangis menjadi bahasa
Namun siapa aku di hadapan kuasa-Nya
Selain jiwa yang belajar menerima segalanya
![[PUISI] Ketika Takdir Menghunuskan Lara](https://image.idntimes.com/post/20260303/img_6407_4c05f046-2bfa-41eb-911f-04b56a838b84.jpeg)