Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Ketika Takdir Menghunuskan Lara
ilustrasi orang sedang bersujud berdoa (freepik.com/wayhomestudio)

Telah kusulam tabah pada jubah derita
Kukubur segala perih di palung jiwa
Namun mengapa luka kembali menyapa
Saat kupikir duka telah usai berkelana

Langit pun bungkam menyaksikan nestapa
Bintang kehilangan nyala, rembulan merana
Sedang aku terpuruk di antara puing asa
Memunguti serpihan hati yang luruh tanpa suara

Betapa getir jalan yang mesti kutempuh
Ketika doa terucap, tetapi pilu tak luruh
Segala harap yang kupeluk kian rapuh
Dihempas kenyataan yang tak memberiku teduh

Andai takdir sudi melunakkan sabdanya
Takkan kubiarkan tangis menjadi bahasa
Namun siapa aku di hadapan kuasa-Nya
Selain jiwa yang belajar menerima segalanya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team