Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Lambaian dari Seberang Kereta

[PUISI] Lambaian dari Seberang Kereta
ilustrasi stasiun kereta (unsplash.com/Weichao Deng)

Kubayangkan sebuah perpisahan manis
di jantung kota pada suatu sore yang gerimis
ketika burung-burung mendekap anaknya
di antara cuaca yang tak bisa diajak bercanda
juga rumput-rumput liar yang tumbuh di sisi rel kereta.

Sebuah lambaian pelan dari pemilik mata
yang mungkin pernah dijadikan dermaga
ditebas kereta api yang melintas
dan di seberang seseorang membalas
lambaian itu dengan tatapan lindap.

Aku membayangkannya
itu semua—kita seandainya
tapi, yang tiba-tiba pergi tetap saja
tak sempat melambaikan tangannya kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hari Ini, Aku Berani Lagi

15 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sahabat Bertumbuh

[PUISI] Sahabat Bertumbuh

11 Apr 2026, 20:28 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hari Jumat

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction