Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Lima Menit yang Mengakhiri Kita

[PUISI] Lima Menit yang Mengakhiri Kita
ilustrasi pasangan saat bersama (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Kau ingin merangkum segalanya,
dalam lima menit
Mengizinkanku menetap,
hanya untuk beri penutup
Seolah sejarah kita bisa diakhiri,
semudah menghapus papan tulis

Lantas, aku tinggal di lekuk bahumu
Sebab tubuhku,
terlalu hapal cara bersandar di punggungmu
Sebab keras kepalaku,
inginkan hangatku terpatri di ingatanmu
Sekalipun kau berjuang, melenyapkan yang lalu

Meski begitu, aku mengerti
Lima menit yang kau beri,
bukan undangan untuk kembali
Sekadar salam perpisahan manis,
yang tak dapat kutuntut terlalu lama
Hanya bisa kusimpan,
untuk selamanya

Pada akhirnya, yang kulihat hanya punggungmu
Lenyap seiring langkahmu yang menjauh
Meninggalkan kita
Bersama hati hancur yang bertekad
Tak ingin mengizinkan siapa pun,
menggantikan namamu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction