Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Musim yang Telah Berlalu
ilustrasi merenung (unsplash.com/Steven Aguilar)

Di muara hening yang kian tenggelam
Saat riuh aktivitasku mulai meredam
Aku meluruh di sudut kamar yang kecil
Mendekap sepi yang terasa menggigil

Pikiranku terbang pada seragam di jalan tadi
Melihat tawa mereka, memoriku kembali menari
Betapa indahnya musim yang telah berlalu
Saat pundak belum mengenal beban yang kaku

Dulu, satu-satunya hal yang membuatku kalut
Hanyalah angka-angka ujian yang menuntut
Aku tersenyum getir mengingat sebuah doa
Tentang ambisi ingin lekas menjadi dewasa

Kini aku telah berdiri di masa yang kukejar
Memikul segala tanggung jawab yang berpijar
Namun kenyataan tak seindah angan yang lalu
Menjadi dewasa ternyata tidak semudah itu

Itulah hidup, sebuah lingkaran yang ganjil
Saat sampai di puncak, ingin kembali jadi kecil
Mungkin bukan hanya aku yang merasa kehilangan
Memandang masa lalu dari balik jendela kenangan

Namun di antara lelah yang terus bertumbuh
Ada rasa syukur yang tetap mendekap utuh
Sebab meski jalan dewasa terasa amat lelah
Masa remajaku telah kutuntaskan dengan indah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team