Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Napak Tanah
ilustrasi napak tanah (pexels.com/Samer Daboul)
  • Puisi menggambarkan sosok yang berjalan di atas penderitaan orang lain sambil merasa puas dan membanggakan diri.
  • Tokoh tersebut digambarkan angkuh, menganggap jasanya besar, serta menjadikan kepedihan sebagai bahan candaan tanpa batas.
  • Lirik mempertanyakan hilangnya kepedulian, karena permintaan maaf terasa mahal dan empati terhadap mereka yang terluka tidak terlihat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berlenggang di atas awan
Tersenyum menginjak penderitaan
Sedikit demi sedikit bersorak kegirangan
Apa sudah puas tuan?

Kepala mendongak tanpa beban
Seolah jasamu seluas lautan
Berbicara kepedihan dengan candaan
Menerobos semua batasan

Sudahkah kamu lupa?
Sedikit merunduk menyapa mereka
Kata maaf seakan mahal harganya
Setitik empati pun tidak ada

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team