Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Negeri Tanpa Nyawa

1 min read
[PUISI] Negeri Tanpa Nyawa
ilustrasi kemiskinan (Pexels.com/indra projects)

Setiap pagi kubuka mata dengan rasa cemas mendalam
membaca berbagai kabar yang dipenuhi keresahan
Harga bahan pokok melambung hingga keadilan kehilangan pegangan
suara rakyat pun tenggelam dalam riuh kekuasaan

Ke mana negeri ini hendak dibawa berjalan
jika arah dan tujuannya kian tak berketentuan?
Di gedung megah para pejabat merangkai pidato
sementara rakyat berjibaku dengan hidup yang kian sempit

Hukum terasa tajam bagi mereka yang tak berdaya
namun tumpul di hadapan pemilik kuasa
Aku takut esok hanya mewariskan luka
dan anak cucu tumbuh tanpa mengenal makna merdeka

Masih adakah harapan tersisa di negeri yang porak-poranda?
Masihkah keadilan berani mengetuk pintu istana?
Aku tak meminta langit selalu tanpa mendung
hanya ingin hidup tanpa dihantui nasib yang murung

Sebab mencintai negeri bukan berarti menutup mata atas semuanya
melainkan berani bersuara dan menjaga sesama warga
agar tanah ini tak kehilangan masa depan
untuk anak cucu tercinta

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.