Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Napas Kecil di Tengah Asap
ilustrasi karhutla (Pexels.com/instant)

Di balik kabut asap yang pekat dan kelam
bayi-bayi terbangun di tengah malam
Dada kecil naik turun, menahan sesak yang dalam
sementara hutan terbakar, merah menyala di dalam

Tak mengerti mengapa langit berubah hitam
mereka hanya menangis—memanggil ibu dalam diam
Tangan kecil menggenggam udara yang panas
napas tersengal, mata perih, dada pun cemas

Tak ada yang mereka tahu tentang izin dan kuasa
tak paham siapa yang membiarkan hutan jadi bara
Mereka hanya ingin tidur dalam udara yang bebas
bukan tumbuh bersama asap yang mengikis napas.

Wahai kalian yang duduk di balik meja dan kuasa
dengarlah tangis yang tak mampu berkata-kata
Sebab setiap napas bayi yang patah di antara asap
adalah jerit bumi yang tak sempat mereka ungkap

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team