Di balik kabut asap yang pekat dan kelam
bayi-bayi terbangun di tengah malam
Dada kecil naik turun, menahan sesak yang dalam
sementara hutan terbakar, merah menyala di dalam
Tak mengerti mengapa langit berubah hitam
mereka hanya menangisâmemanggil ibu dalam diam
Tangan kecil menggenggam udara yang panas
napas tersengal, mata perih, dada pun cemas
Tak ada yang mereka tahu tentang izin dan kuasa
tak paham siapa yang membiarkan hutan jadi bara
Mereka hanya ingin tidur dalam udara yang bebas
bukan tumbuh bersama asap yang mengikis napas.
Wahai kalian yang duduk di balik meja dan kuasa
dengarlah tangis yang tak mampu berkata-kata
Sebab setiap napas bayi yang patah di antara asap
adalah jerit bumi yang tak sempat mereka ungkap
![[PUISI] Napas Kecil di Tengah Asap](https://image.idntimes.com/post/20261014/pexels-instant-1698495-9323556_942aafcd-b23d-4fe2-8d12-99ce56936cae.jpg)