Harga bahan pokok naik setiap hari
sementara kenaikan upah baru sekadar janji
Pasar semakin sepi pembeli karena melemahnya daya beli
sementara dapur rumah tangga pun kian sunyi
Rakyat menghitung sisa rupiah hari demi hari
sembari perut menahan lapar dan nyeri
Ini negeri kaya sumber daya, katanya
namun mengapa hidup terasa tak berdaya?
Pajak dipungut dari segala sisi dan utang bertambah
Anggaran besar digelontorkan
namun nasib tak kunjung berubah
Rakyat kecil diminta terus bersabar
tak jarang dicaci-maki agar pergi saja bertarung nasib ke luar negeri
sementara yang punya kuasa diberi jalan melebar
Rakyat bekerja sampai badan lelah
namun harga kebutuhan terus melangkah jauh
Katanya ekonomi sedang tumbuh
tapi mengapa hidup kian terasa rapuh?
Pertumbuhan ekonomi selalu disebut di ruang nyaman berpendingin
sementara rakyat terus-menerus berhemat sampai masuk angin
Rakyat tak meminta hidup berlebihan
hanya harga wajar dan penghidupan
Sebab sebuah negeri tak diukur dari gemerlap gedungnya
melainkan dari apakah rakyatnya masih mampu membeli masa depannya
Jika tidak
maka ia adalah negeri bedebah
![[PUISI] Negeri Bedebah](https://image.idntimes.com/post/20261003/pexels-capturavisualmoment-32106428_b2b01170-e518-498e-9b9e-0a4d720ebd90.jpg)