Di ujung malam yang nyaris kehilangan gelap
Kudengar sunyi mengetuk tanpa sebab
Segala resah berbaris begitu lengkap
Memenuhi dada yang tak kunjung senyap

Detik berjalan dengan langkah perlahan
Membawa pikiranku mengembara tanpa tujuan
Kucari teduh di antara riuh kegelisahan
Namun, yang kutemukan hanya ruang penuh pertanyaan

Di balik tirai, langit mulai berwarna
Hitam perlahan menyerahkan takhtanya
Namun, di dalam dada, gelisah masih menyala
Seakan pagi belum cukup untuk menenangkannya

Aku haus pada teduh yang tak lekas pudar
Pada damai yang tak mudah ditukar
Pada satu tempat untuk hati bersandar
Saat dunia terasa terlalu bising untuk didengar