Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Negeri di Balik Angka
ilustrasi garis start (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

Di balik grafik yang tampak gemilang,
ada perut-perut yang tetap berdegang,
angka tumbuh dengan tepuk yang riang,
namun lapar diam-diam terus menyerang.

Pidato panjang tentang pertumbuhan,
mengalun rapi penuh keyakinan,
namun di jalan yang sama bertebaran,
mereka yang kalah oleh keadaan.

Harga melonjak tanpa permisi,
seakan hukum hanya milik inflasi,
sementara janji tinggal retorika basi,
tak pernah singgah di meja nasi.

Bantuan datang dengan kamera menyala,
senyum dibagi untuk berita semata,
setelah sorot padam tak bersisa,
yang tinggal hanya sepi dan tanya.

Kerja keras diperas tanpa batas,
keringat jatuh tak pernah lunas,
yang kaya kian bebas bernapas,
yang lemah terus terhempas.

Negeri ini pandai menulis angka,
namun gagap membaca derita,
hingga suara kecil yang terluka,
hilang di balik megahnya wacana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team