Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Tidakkah Kau Datang Lebih Pagi Lagi?

[PUISI] Tidakkah Kau Datang Lebih Pagi Lagi?
ilustrasi orang memotret matahari terbit (pexels.com/Luc Marshall)
Share Article

Anehnya, angin itu membawa nama yang tiada pernah terperi
Di sela pagi dengan aroma katsuri dan nyanyian nyaring kenari
Dinginnya mengetuk sepi yang menepi di antara luka dan duka
Menetap di balik jiwa yang nyalar merindukan purnamanya

Dan waktu pun menjadi lapar akan detiknya
Saat diri perlahan membuka rasa yang nyaris musnah
Kasih, tidakkah kau datang lebih pagi lagi?
Membawa lekat harga diri yang tak sekali tunduk pada riuh rendah dunia
Sebab kau jauh, sejauh nirwana
Sebab dengan namamu, tenang ini meluas dan tumbuh lebih indah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More

[PUISI] Bentuk Ketaatan Sejati Ibrahim

28 Mei 2026, 19:22 WIBFiction
[PUISI] Dompet Renta Ayah

[PUISI] Dompet Renta Ayah

28 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Selembar Pasrah

[PUISI] Selembar Pasrah

27 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Jubah Prasangka

[PUISI] Jubah Prasangka

27 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Tentang Mimpi

[PUISI] Tentang Mimpi

26 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tolak Ukur

[PUISI] Tolak Ukur

25 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Perihal Ibu

[PUISI] Perihal Ibu

25 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Gambaran Masa Lalu

[PUISI] Gambaran Masa Lalu

24 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pisau Permata

[PUISI] Pisau Permata

24 Mei 2026, 05:04 WIBFiction