Perahuku masih berlabuh pada dermaga yang patah
Satu per satu memoar indah perlahan berubah
Niat urung mencegah pada akhirnya pasrah
Tak ada yang mampu berpindah
Kalender nyaris seperempat boro-boro melangkah
Masihku terjebak pada tahun-tahun yang sudah
Mengungkung dari segala arah
Menyengajai mata basah
Perasaan kian rapuh kian resah
Lagi dan lagi kehilangan arah
Tak tahu kapan meruah
Menyisakan kisah
![[PUISI] Perahuku Masih Berlabuh di Dermaga](https://image.idntimes.com/post/20240628/pexels-photoklickr-78359-244517-1b4e556639de0077eebcd37f0da87365-2ba3204614177618e3a2de3e5723c699.jpg)